:: Arsip
:: Link Website
:: RSS
|
|
|
Selasa, 10/11/2009 13:28:13 | 313 hit | |
Kasus Calhaj Melahirkan Anggota Komisi IX Prihatin Fraksi-PKS Online: Anggota Komisi IX DPR RI Chairul Anwar menyatakan keprihatinannya atas kasus Calon Haji yang melahirkan di Madinah. “Kejadian seperti ini menunjukkan indikator buruknya pelayanan kesehatan haji di Indonesia,” kata Chairul sebelum menghadiri Rapat Kerja dengan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Setianingsih di DPR, Senin (9/11).
Seperti dilansir beberapa media massa bahwa seorang jemaah calon haji (calhaj), Iyet Supriati dari Kloter 35 Jawa Barat melahirkan di Madinah. Iyet melahirkan seorang bayi laki-laki dengan berat 600 gram melalui operasi cesar di Musytasyfa Linnisa Walwiladah Walathfal (RS Bersalin) pada Jumat (6/11) lalu. Saat melahirkan usia kandungan Iyet 7 bulan atau 26 minggu. Menurut Chairul kejadian seperti itu merupakan bentuk keteledoran yang dilaksanakan oleh Departemen Kesehatan dalam melayani kesehatan Jama'ah Haji Indonesia. "Kami merasa heran kenapa orang yang sedang hamil 7 bulan bisa lolos dari pemeriksaan tim kesehatan yang harusnya berlapis. Kami menilai ini adalah bentuk keteledoran dari Petugas Kesehatan Haji di Indonesia dan di Saudi Arabia," ujar Chairul. Karenanya Chairul meminta kasus ini menjadi evaluasi besar bagi Depkes. Terlebih tahun 2010 mendatang Depkes akan mendapatkan dana tambahan untuk penyelenggaraan kesehatan haji sebesar Rp 290 milyar rupiah. "Kasus ini harus diusut tuntas dimana letak kesalahannya dan bagi petugas yang teledor atau dengan sengaja melakukan keselahan harus ditindak tegas, " himbau politisi PKS asal Riau ini. Ke depan Chairul meminta agar Depkes lebih serius dan membuat sistem yang baik hingga hal serupa tidak terulang. "Karena kejadian seperti ini bisa menjadi catatan buruk Indonesia di mata Kerajaan Saudi Arabia dan bukan tidak mungkin akan berdampak pada pengurangan kuota jamaah haji kita," ungkap Ketua Poksi IX FPKS ini. Selain kasus Iyet, Chairul juga meminta Depkes untuk meningkatkan kewaspadaan pada saat jamaah haji pulang dari Saudi. Sebab tidak tertutup kemungkinan ada jamaah haji yang terkena penyakit menular yang dibawa oleh jamaah haji dari negara lain seperti Flu Babi dan penyakit menular lainnya.
Pengirim: Khairunnisa
|
|
|
|